Berikutfungsi utama sederhana seorang pemimpin: 1. Pemimpin Sebagai Penentu Arah, karena pemimpin yang paling mengetahui kearah mana bawahan Anda harus berjalan, dan juga yang paling mengetahui titik akhir pencapaian yang harus dicapai.. 2. Pemimpin Sebagai Penyusun Rencana, pemimpin harus mempunyai rencana untuk memastikan KomisiPemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini mengeluarkan hasil survei penilaian integritas tahun 2017. Penilaian ini mempunyai angka rentang sampai 100. Daerah yang mendapatkan angka mendekati 100 menunjukkan rendah risiko korupsi dan menunjukkan integritas yang baik. Dalam sebuah gambaran hasil survei tersebut di sebuah MenurutHersey dan Blenchard (dalam Mulyasa, 2005: 110) studi ini mengidentifikasikan dua konsep yang disebut dengan orientasi bawahan dan produksi. Pemimpin yang menekankan pada orientasi bawahan sangat memperhatikan bawahan sedangkan pemimpin yang menekankan pada orientasi produksi, sangat memperhatikan memilikigaya kepemimpinan yang berbeda dan tidak ada gaya kepemimpinan yang paling baik atau efektif, karena semua tergantung situasi dan kondisi tiap bawahan. Sebagaimana yang diungkapkan Suharsaputra (2016) yang mengemukakan bahwa seorang pemimpin dapat mencapai tujuan dengan berbagai cara dan gaya dalam memimpin, sesuai dengan kondisi Kemandegansebuah organisasi, baik Kristen maupun sekular, adalah karena menentang adanya pelatihan bagi orang yang berpotensi memimpin. Sayangnya, kebanyakan pelatihan ditujukan agar orang memiliki keterampilan daripada kemampuan memengaruhi orang lain melalui kepemimpinan. Kedua hal itu diperlukan, keseimbangan keduanya akan Selainmemberikan arahan, inspirasi, dan bimbingan, sebagai pemimpin juga tentunya harus dapat memelihara kekuatan dan bakat terpendam dari bawahan mereka dan membangun tim yang berkomitmen. Pemimpin yang baik dan efektif harus dapat membawa tim untuk mencapai tujuan organisasi bersama-sama. Berbagi Visi inspiratif 3 Sekretaris dapat memberikan kepuasan dan kebanggaan bagi bawahan dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaannya dengan baik. 4) Sekretaris dapat menampung serta menerima setiap surat, kritik, maupun ide-ide dari bawahan atau berbagai masalah bagi kelangsugan pencapaian tujuan perusahan. Hal tersebut nantinya akan disampaikan kepada 2 Mengadakan Pos-pos Pengintai dan Pertahanan secara estafet' dari Aek Nauli hingga di Parapat, yang ditempatkan diantara celah-celah. gunung yang ditumbuhi Pohon-pohon yang besar. 3. Mengadakan Pertahanan dan Pengintaian disepanjang Pantai Danau. Toba antara Parapat sampai Kampung Ajibata. Mengapapenting untuk belajar tip bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik? Pertama; belajar bagaimana menjadi pemimpin yang baik akan sangat berpengaruh pada kesuksesan tim, organisasi dan diri kamu sendiri. Kedua; pemimpin yang baik harus memahami motivasi, kekuatan dan kelemahan sendiri. Dan yang tak kalah pentingnya, penelitian yang dibuat oleh 1 Gunakan inisiatif. Salah satu aspek dari kepemimpinan yang baik adalah kemampuan untuk menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat. Jika Anda melihat ada hal yang perlu dilakukan dan percaya bahwa Anda tahu cara terbaik untuk melakukannya, berinisiatiflah. Seorang pemimpin yang baik adalah seseorang yang siap memimpin di berbagai situasi Barumereka akan akan menghormatimu karena merasa diperlukan dengan baik. 8. Dorong perkembangan pribadi dan profesional karyawan. Beri kesempatan karyawan untuk mempelajari keterampilan yang menunjang karier mereka - EKRUT. Sebagai pemimpin yang baik kamu juga harus mendukung kesuksesan dan pertumbuhan mereka. Berikutjawaban yang paling benar dari pertanyaan: Anda merupakan seorang pimpinan pada sebuah instansi. Sudah beberapa bulan ini ada salah satu karyawan yang tidak dapat bekerja dengan baik. bahkan cendrung menghambat aktivitas diperusahaan. banyak pekerjaan yang tertunda karena harus menunggu dia menyelesaikan pekerjaannya, a Percaya pada orang lain. Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk staf bawahannya, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian. b. Keseimbangan dalam kehidupan. Seorang pemimpin harus dapat menyeimbangkan tugasnya. olehmanager adalah hal yang kurang baik. Hal ini menarik, bahwa setiap karyawan atau bawahan memiliki persepsi yang berbeda-beda terhadap penggunaan kekuasaan atasan. Kekuasaan atasan lebih mengacu pada kekuasaan formal, atasan menggunakan kekuasaannya karena beliau memiliki posisi yang tinggi didalam perusahaan. A Pendahuluan. Hampir setiap kajian manajemen—termasuk manajemen pendidikan Islam-- tidak dapat menafikan pembahasan tentang kepemimpinan. Di dalam proses manajemen, kepemimpinan memegang posisi yang sangat penting sebagai kemampuan untuk mengarahkan dan meyakinkan bawahan atau staff agar secara sukarela melakukan aktivitas BNerdWT. Staff adalah sekelompok orang dalam suatu organisasi yang turut membantu ketua atau pimpinan. Berdasarkan jenis wewenangnya, staff terbagi lagi menjadi staf personal dan staf ahli. Staf dan karyawan sendiri menjadi bagian penting dalam suatu perusahaan. Staf termasuk ke dalam posisi strategis yang sesuai dengan suatu bidang pekerjaan tertentu. Terdapat berbagai jenis staf yang memiliki perannya masing-masing. Perlu diketahui, istilah karyawan serta staff sesungguhnya memiliki perbedaan. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, staf merupakan sekelompok orang yang bekerja sama membantu ketua dalam mengelola sesuatu. Sedangkan karyawan adalah orang yang bekerja pada suatu lembaga kantor, perusahaan, dan sebagainya dengan mendapat gaji upah. Namun, bagi sebagian orang belum mengetahui belum pasti tentang staf dan perbedaan staf dengan karyawan. Bagi kamu yang belum mengetahui tentang staf dan perbedaannya dengan karyawan, maka bisa simak ulasannya di bawah ini, Grameds. Pengertian Staf dan Tugas StafWewenang StafForecastingPlanningOrganizingControllingMemberikan Masukan Untuk Rencana Masa DepanMembantu PimpinanPerbedaan Staf, Karyawan, dan Pekerja UpahanStafKaryawanPekerja UpahanPerbedaan Staf dan KaryawanWaktu Cuti LiburPengertianTanggung JawabStatus PekerjaSegi PendapatanPenerimaan ManfaatJenis PerusahaanWaktu Kontrak KerjaJenis Wewenang StafStaf Ahli Specialist StaffStaf PenasihatStaf FungsionalStaf PengendaliStaf PelayananPersonal StafBuku-Buku TerkaitBegini Harusnya Karyawan!Manajemen SDM dan KaryawanKaryawan Bisa KayaKategori Ilmu EkonomiMateri Terkait Pengertian Staf dan Tugas Staf Staf dapat dikatakan sebagai suatu bentuk organisasi, yang dimana wewenang secara vertikal dan sepenuhnya berasal dari pimpinan yang diteruskan ke kepala bagian. Tugas pimpinan ini akan dibantu oleh para staf yang memberi nasihat, bantuan, saran serta suatu pelayanan tertentu. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa setiap tugas staf ini harus berdasarkan perintah dari pimpinan. Namun, staf itu sendiri memiliki beberapa tugas yang umumnya dikerjakan. Tugas atau pekerjaan staf sendiri diantaranya. Mengikuti perkembangan keadaan secara terus-menerus serta memperhatikan akibat-akibat atau pengaruh-pengaruh dari suatu keadaan pada pelaksanaan tugas pokok. Mengumpulkan, mengestimasikan serta mengolah bahan-bahan yang terhubung langsung dengan tugasnya, ia juga membuat perkiraan keadaan serta memberikan saran-saran atau pertimbangan-pertimbangan yang tepat pada waktunya kepada pimpinan sebagai bahan dalam menentukan kebijaksanaan ataupun mengambil keputusan. Dari kebijaksanaan atau keputusan pimpinan itu, kemudian staf bertugas untuk menyampaikannya kepada yang berkepentingan yang akan dilaksanakan seperti peraturan. Dari semua tugas staf yang telah dijelaskan, dapat dikatakan bahwa pada dasarnya garis wewenang berada di tangan pimpinan, sedangkan staf hanya meneruskan atau menyampaikan kebijaksanaan dari pimpinan. Wewenang Staf Wewenang staf sendiri diantaranya adalah membantu pimpinannya dalam pelaksanaan tugas maupun fungsi yang melekat. Berikut ini wewenang yang dimiliki staf. Forecasting Wewenang staf adalah memberikan perkiraan keadaan di masa depan. Planning Wewenang yang satu ini dapat diartikan seperti hasil dari tindakan-tindakan yang dipilih. Organizing Sebagai suatu pengaturan tugas dan pemberian kemudahan tenaga serta material. Dalam wewenang ini biasanya akan dilakukan koordinasi. Koordinasi sendiri berfungsi untuk mewujudkan hubungan kerja yang efektif. Controlling Controllin merupakan semua tindakan yang sesuai dengan kebijaksanaan. Biasanya, controlling bisa dalam bentuk saran, pertimbangan, pemikiran yang dituangkan dalam berbagai bentuk. Memberikan Masukan Untuk Rencana Masa Depan Memberikan masukan untuk rencana masa depan, seperti membuat rencana kerja, petunjuk pelaksanaan, serta evaluasi staf tentang penyelesaian proyek. Membantu Pimpinan Dalam hal ini, membantu pimpinan bisa berupa pemberian fasilitas diantaranya mulai dari tenaga, material, pembiayaan serta ketatausahaan. Seorang staf sendiri pada dasarnya merupakan aset yang harus dikembangkan oleh pimpinan, mengingat seorang pimpinan sebagai atasan staf itu sendiri memiliki berbagai tugas yang sangat berat. Oleh karenanya, pimpinan juga harus mampu mengelola organisasi melalui berbagai macam rintangan yang ada dalam pelaksanaan pekerjaan. Artinya, pimpinan juga harus mampu memberdayakan staf lainnya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perbedaan Staf, Karyawan, dan Pekerja Upahan Sumber Pixabay Siapa pun yang pernah bekerja di perusahaan pasti telah menemukan persyaratan, seperti adanya staf, pekerja, dan karyawan. Bahkan jika, seseorang tidak bekerja di perusahaan, mereka mungkin pernah mendengar istilah ini. Ketiga istilah tersebut memang sangat mirip dan semuanya merujuk kepada seseorang yang masih bekerja. Jadi, apa perbedaan terhadap ketiga istilah itu? Berikut ini perbedaan dari staf, karyawan, dan pekerja upahan. Staf Staf adalah sekelompok orang yang bekerja untuk pun organisasi atau bisnis. Menurut Kamus Merriam-Webster, staf juga merupakan sekelompok orang yang bekerja untuk suatu organisasi ataupun bisnis. Dalam hal ini, seorang pekerja juga merupakan orang yang melakukan pekerjaan tertentu untuk mendapatkan uang. Karyawan Karyawan mengacu kepada orang-orang yang bekerja untuk orang lain atau untuk suatu perusahaan dan akan mendapatkan upah atau gaji. Namun, pekerja umumnya digunakan untuk merujuk kepada pekerja yang bekerja di bidang konstruksi, ataupun pada seseorang yang melakukan kerja keras, Hal ini berbanding terbalik dari karyawan yang bekerja di dunia usaha. Seseorang yang bekerja di dunia usaha inilah yang disebut juga sebagai karyawan. Seorang karyawan sendiri akan selalu bekerja di bawah seseorang dan biasanya berada di dalam suatu perusahaan. Seorang karyawan dapat dikatakan sebagai seseorang yang memiliki pekerjaan semi permanen serta mendapatkan gaji bulanan. Pekerja Upahan Pekerja upahan umumnya dipekerjakan berdasarkan kepada jumlah pekerjaan yang diberikan. Pekerja upahan juga dapat diartikan sebagai pekerja yang merujuk kepada mereka yang digaji berdasarkan kontrak. Mereka yang sudah bekerja dan mendapatkan upah ini bisa menjadi karyawan, staf, atau pekerja upahan. Namun, tak sedikit orang yang menyebut ketiga hal itu dengan istilah staf. Misalnya, staf kebersihan, staf rumah tangga, dan sebagainya. Perbedaan Staf dan Karyawan Sumber Meskipun ketiga posisi yang telah disebutkan sebelumnya ada di dalam dunia kerja, tetapi pada umumnya hal yang lebih sering dikenal oleh banyak orang adalah staf dan karyawan. Bagi sebagian orang mungkin belum bisa membedakan antara staf dan karyawan. Bagi kamu yang belum mengetahui perbedaan itu, bisa simak pembahasannya di bawah ini. Waktu Cuti Libur Pastinya dalam setiap pekerjaan, pekerja mendapatkan dan memiliki hak istimewa. Contohnya saja dalam jumlah cuti yang akan didapatkan oleh staf serta karyawan. Biasanya, staff menerima waktu cuti ataupun jumlah libur lebih banyak, sedangkan karyawan sebaliknya. Pengertian Hal yang mendasari perbedaan keduanya ialah dari sisi pengertian masing-masing. Staf kantor umumnya merupakan pegawai yang mengurus berbagai pekerjaan di balik meja, seperti misalnya pada staf keuangan, atau staf administrasi. Sementara itu, karyawan atau non staff merupakan pekerja yang melakukan berbagai pekerjaan fisik. Namun dari sisi pengertian terdapat pula pemahaman bahwa staf merupakan anggota lembaga atau institusi, sementara karyawan merupakan pegawai swasta. Tanggung Jawab Jika melihat dari tanggung jawab masing-masing, maka umumnya antara kedua jenis posisi ini memiliki tugas yang berbeda-beda. Meskipun keduanya merupakan tenaga kerja yang resmi, tetapi biasanya tiap posisi ini memiliki pekerjaannya sendiri-sendiri. Misalnya, staff keuangan yang memiliki tugas mengatur pendapatan serta pengeluaran perusahaan. Sementara itu, karyawan umum memiliki tugas menangani berbagai administrasi hingga pekerjaan lainnya yang sifatnya kurang spesifik. Di sisi lain, umumnya, staf juga memiliki seorang leader atau pimpinan dalam mengarahkan berbagai tugas-tugas secara khusus. Sedangkan karyawan akan menerima perintah secara langsung dari atasan. Status Pekerja Jika kamu melihat dari sisi status pekerja, umumnya keduanya memiliki status yang berbeda. Biasanya, staf merupakan pekerja permanen, sedangkan pada karyawan biasanya merupakan pekerja kontrak. Segi Pendapatan Selanjutnya, jika melihat dari sisi pendapatan, maka kedua posisi ini akan mendapatkan uang yang tak sama persis. Semuanya ini bergantung kepada lama bekerja, jabatan, serta tanggung jawab yang menjadi kewajiban dari masing-masing. Biasanya, staf pada suatu perusahaan atau lembaga akan mendapat gaji yang lebih besar bila dibandingkan dengan status karyawan kontrak yang bisa jadi mendapatkan gaji yang lebih kecil. Penerimaan Manfaat Dalam hal menerima manfaat dari suatu perusahaan atau institusi, bisa jadi staff dan karyawan juga tidak menerima manfaat yang sama. Sebagai pekerja permanen biasanya staf akan menerima lebih banyak manfaat, seperti diantaranya untuk manfaat kesehatan serta jumlah cuti tahunan. Berbeda pada karyawan kontrak yang umumnya tidak memiliki manfaat kesehatan. Selain itu, karyawan kontrak juga hanya menerima cuti sesuai dengan jumlah kontrak yang disepakati. Misalkan, perjanjian kerja kontrak selama 6 bulan, maka ia hanya berhak menerima cuti sebanyak 6 hari kerja saja. Jenis Perusahaan Selanjutnya, jika melihat dari jenis perusahaan, maka staff dan karyawan umumnya merupakan istilah dari jenis perusahaan yang berbeda. Staff sebagai suatu istilah kepegawaian pada suatu Lembaga atau anggota institusi. Terutama dalam hal ini jika kamu menjadi staf dari sebuah lembaga pemerintahan ataupun suatu departemen tertentu. Lain halnya dengan karyawan yang sifatnya lebih luas. Seseorang dapat menjadi pekerja dari suatu perusahaan swasta. Di sisi lain, karyawan juga akan menjadi pekerja pada jenis-jenis usaha tertentu, misalnya saja pada rumah makan ataupun toko. Jadi, dapat dikatakan bahwa perbedaan kedua istilah tersebut tergantung di perusahaan mana seseorang akan dipekerjakan. Waktu Kontrak Kerja Jika melihat dari kontrak kerja antara staff dan karyawan, umumnya tak sama persis. Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika staf kebanyakan memiliki status permanen dan bekerja dalam jangka waktu yang tak terbatas. Sementara itu, pada karyawan biasanya terikat kontrak dengan jangka waktu sekitar beberapa bulan atau untuk beberapa tahun saja. Itulah beberapa perbedaan staff dan karyawan dalam suatu institusi atau perusahaan. Melalui informasi di atas paling tidak akan mampu memberikan sedikit gambaran mengenai perbedaan antara keduanya. Dengan begitu, bagi kamu yang baru saja memasuki dunia kerja dapat mengerti sedikit demi sedikit mengenai status kepegawaian yang diterima. Mulai dari sisi tanggung jawab hingga pada kompensasi atau remunerasi, dan sebagainya. Setelah mengetahui perbedaan dari staf dan karyawan, maka jadi mengetahui tentang kedua hal itu, sehingga kamu lebih mudah dalam menentukan posisi saat melamar kerja nanti. Maka dari itu, dalam mencari informasi tentang hal ini sebelum memasuki dunia kerja cukup penting adanya. Supaya pada akhirnya para pekerja dapat memperoleh status kepegawaian yang diharapkan serta memperoleh pendapatan serta manfaat yang maksimal. Jenis Wewenang Staf Jenis wewenang staf itu sendiri dibagi menjadi dua jenis, pertama staf ahli dan personal staf. Untuk penjelasan lengkapnya ada di bawah ini. Sumber Pixabay Staf Ahli Specialist Staff Staf Penasihat Tugas staf penasihat adalah memberi petunjuk serta bukan mendapatkan petunjuk dari atasan. Staf penasihat ini juga harus mempelajari pemecahan masalah, memberikan usul, serta mendapatkan informasi dalam pengambilan keputusan. Staf Fungsional Jenis staf ahli yang berfungsi sebagai pengendali hubungan dengan fungsi-fungsi tertentu. Staf fungsional ini umumnya memiliki wewenang terbatas, seperti diantaranya memberikan petunjuk bagaimana caranya suatu aktivitas tertentu dapat dilaksanakan. Staf Pengendali Wewenang staf pengendali diantaranya melaksanakan kontrak secara langsung atau tidak langsung pada struktur organisasi. Manajer juga memiliki wewenang pada staf pengendali untuk melaksanakan veto kepada tindakan manajer lini. Staf Pelayanan Staf Pelayanan ini bertugas melaksanakan jasa ataupun aktivitas yang terpisah dari pekerjaan-pekerjaan lini atau divisi. Personal Staf Jenis kedua dari wewenang staf adalah personal staf. Personal staf itu sendiri dibagi menjadi dua fungsi, yaitu staf pembantu atau lebih dikenal dengan asisten dan staf umum atau biasa disebut dengan general staf. Staf pembantu itu sendiri memiliki tujuan untuk memperluas kapasitas manajer dalam menyelesaikan banyak pekerjaan. Selain itu, staf pembantu dapat terdiri dari beberapa orang yang diberi tugas maupun wewenang. Sementara itu, staf umum berfungsi sebagai penasihat, pelayan, pengendali, atau staf fungsional. Staf umum akan bertindak melalui atasan dan tindakan yang dilakukan staf umum ini sesuai dengan perintah-perintah yang diberikan oleh pimpinan. Buku-Buku Terkait Begini Harusnya Karyawan! Seorang karyawan sering dikaitkan dengan beberapa ungkapan berikut gaji kecil, hidup pas-pasan, banyak `potongan kantor`, banyak kerja tapi `duit nggak ada`, dan fasilitas kantor seadanya. Beberapa ungkapan tersebut sangat sering terselip dalam `rumpian` atau obrolan ringan di kantin, saat rapat, saat berdiskusi, atau saat menuntut kenaikan gaji. Seakan tidak ada nada positif yang mendukung seorang karyawan untuk berhasil dalam hidupnya! Yang harus Anda waspadai adalah bila ungkapan-ungkapan tersebut Anda jadikan alasan untuk bekerja seadanya. Padahal, bagaimanapun situasi dan kondisi lingkungan kerja, Anda harus mengembangkan diri! Anda harus menjaga kreativitas serta gerak pikir sehingga tindakan Anda tetap `hidup`. Jangan biarkan kualitas diri `dibunuh` oleh gaji Anda, diburamkan oleh `buruknya` lingkungan kerja, dan ditelantarkan oleh sikap yang mudah menyerah. `Menjadi karyawan` adalah peristiwa luar biasa. Anda mengalami beragam momen kehidupan naik-turun, susah-senang, menantang tapi juga kadang membosankan, dan peristiwa lain yang menghiasi perjalanan karier. Semua itu berjalan dan Anda nikmati dengan suasana hati dan pikiran yang dinamis. Untuk bisa sukses, kunci semua langkah Anda adalah menjadi `karyawan plus`; karyawan yang memiliki nilai lebih, khas, dan unik, yang mendorong pribadi Anda menikmati keberhasilan. Kabar baiknya, berbagai cara, kiat, atau tip menjadi karyawan plus itu ada dalam buku ini! Bacalah dan terapkan segera dalam dunia aktivitas Anda yang dinamis dan penuh tantangan. Manajemen SDM dan Karyawan Mustahil perusahaan berjalan tanpa adanya sumber daya manusia SDM yang menggerakkan di dalamnya. Sumber daya inilah yang akhirnya disebut karyawan dalam suatu perusahaan. Peran karyawan sangat esensial untuk kemajuan perusahaan. Merekalah yang menggerakkan sistem perusahaan, membentuk jaringan, menciptakan citra secara sinergi demi kelangsungan perusahaan. Buku ini lebih memfokuskan pembahasan tentang strategi yang tepat dan efektif untuk menyelenggarakan struktur organisasi perusahaan. Dengan sudut pandang teoritis dan praktis, pengetahuan terkait manajemen SDM dapat terurai secara tuntas, yaitu dengan berorientasi untuk mengejar kualitas demi pertumbuhan perusahaan yang sehat di masa depan. Buku ini juga memenuhi kebutuhan ilmu manajemen SDM dan karyawan di sektor bisnis maupun publik. Karyawan Bisa Kaya “Dengan pengalaman pribadi sebagai karyawan yang dimulai dari bawah sampai di posisi sekarang, Agus Tanjung tidak hanya memberikan teori mengelola gaji bulanan tapi juga memberikan contoh real bagaimana sebaiknya penghasilan bulanan dikelola dengan baik, menghindari utang, mempunyai tujuan investasi lengkap dengan pilihan produk investasi. Anda karyawan? Anda mau kaya? Wajib beli dan baca buku ini sekarang.” —Aidil Akbar Madjid, MBA, MNLP, CBA, CFE, CFP, CH, CHt, RIFA, RFC Financial Advisor, Chairman Asosiasi Perencana Keuangan IARFC Indonesia Twitter/Facebook AidilAkbar Insta Aidil Akbar M “Buku ini membahas dengan baik bagaimana mengelola Arus Kas sehari-hari agar tersedia cukup dana untuk diinvestasikan, dan ke mana investasi itu sebaiknya dilakukan. Bahasanya sederhana, penuh contoh kasus yang mudah dipahami, dan disesuaikan dengan kebutuhan profesi karyawan.” —Safir Senduk Perencana Keuangan Twitter/Instagram SafirSenduk Demikian pembahasan tentang staff adalah beserta dengan perbedaannya dengan karyawan. Semoga semua pembahasan pada artikel ini dapat bermanfaat. Kamu juga bisa menemukan berbagai macam buku yang berkaitan dengan karyawan di Sebagai SahabatTanpaBatas kami selalu berusaha memberikan yang terbaik! Gramedia selalu memberikan produk terbaik, agar kamu memiliki informasi LebihDenganMembaca. Semoga bermanfaat ya! Penulis Sofyan Baca juga ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien Bawahan sulit diatur memang menjadi masalah yang tidak diinginkan setiap pemimpin. Meskipun pada dasarnya setiap karyawan memiliki karakter yang berbeda, tapi dalam beberapa hal sikap sulit diatur bisa menjadi hal serius. Memang hal ini tidak diinginkan, tapi pada umumnya memang akan tetap didapati oleh pimpinan di perusahaan Anda pernah mengalaminya? Bertemu dengan bawahan sulit diatur seperti itu pasti akan cukup menjengkelkan. Mengenai karyawan yang sulit diatur ini memang sampai sekarang banyak sekali pemimpin yang mencari cara untuk mengaturnya supaya pekerjaan dapat berjalan sebaik Bagaimana Cara yang Tepat Mengatasi Bawahan Sulit Diatur?Perlu diketahui bahwa dalam hal melakukan pekerjaan, maka tidak selalu berjalan dengan lancar. Kadang terdapat hambatan-hambatan yang disebabkan anak buah sendiri. Bahkan, beberapa bawahan sulit diatur dan cenderung bandel selama mengerjakan tugas yang diberikan kepada mereka. Bukan hanya pemimpin perusahaan yang terkena imbasnya, bahkan banyak dari karyawan lain akan ikut dirugikan karena sikap karyawan tersebut karena pekerjaannya berjalan tidak sesuai dengan rencana seharusnya. Berikut ini ada beberapa tips untuk menangani bawahan yang susah Sanksi kepada Bawahan Sulit DiaturCara pertama yang bisa Anda lakukan selaku atasan adalah menerapkan sanksi jika ada bawahan sulit diatur. Hukuman atau sanksi tentunya berguna dalam menghadapi atau mengendalikan tim Anda supaya lebih baik lagi dalam bekerja. Pada umumnya memang anak buah yang susah diatur atau bermalas-malasan memang belum menyadari adanya risiko hukuman yang mungkin diterimanya. Di samping itu juga Anda bisa memberikan bonus atau hadiah sebagai salah satu bentuk dari apresiasi kepada bawahan yang menunjukkan progres yang lebih baik. Dengan demikian anak buah Anda akan lebih termotivasi lagi dalam Sebaiknya Bersikap Disiplin dan TegasIni adalah cara berikutnya yang bisa Anda terapkan untuk menangani bawahan, yaitu dengan cara bersikap lebih disiplin dan tegas lagi. Kebanyakan memang anak buah akan menyepelekan instruksi dari atasan mereka yang terlihat kurang berwibawa dan tegas dalam menangani bawahannya. Hal inilah yang membuat bawahan merasa tidak takut lagi kepada atasan mereka. Tentunya perilaku yang disiplin dan tegas akan sangat dibutuhkan supaya kesadaran muncul di benak mereka ketika melakukan Seorang Atasan, Anda Wajib Berperilaku Baik kepada Anak BuahMeskipun memang bawahan Anda tersebut dikenal begitu sulitnya untuk diatur ketika sedang bekerja, tapi jangan sampai Anda memperlakukan yang tidak menyenangkan. Harusnya Anda lebih baik lagi dalam berperilaku, supaya mereka nantinya sadar dengan sendirinya terhadap apa-apa yang telah mereka lakukan, dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi. Cara ini tentunya membuat bawahan Anda merasa malu terhadap sikapnya yang tidak baik itu, sehingga kemungkinan besar mereka akan berjanji dan merasa bersalah untuk tidak mengulangi hal untuk Terus Membangun Tim TerbaikJika Anda mempunyai bawahan sulit diatur, harusnya Anda tetap membangun terus kinerja tim menjadi lebih solid dan kuat lagi. Sebaiknya tetap jaga supaya kerjasama tim menjadi lebih baik lagi. Nantinya dengan kerjasama yang baik, maka bawahan Anda yang dikenal susah diatur tersebut bisa lebih terkendali. Hal itu karena munculnya kesadaran setiap anggota wajib menyesuaikan diri mereka terhadap Memendam dan Larut dengan MasalahMemiliki bawahan sulit diatur memang sangat menjengkelkan bagi atasan. Tidak sedikit atasan yang merasa marah dan ada pula yang memilih memendam rasa kesalnya. Namun, jika hal ini terus berlanjut akan menimbulkan masalah yang serius antara atasan dan bawahan. Apalagi jika atasan terus mengungkit dan larut dalam masalah yang dihadapinya di lingkungan kerja. Maka dari itu, jangan sampai atasan memendam dan terlalu larut dengan masalah jika tidak ingin lebih Bisa Memberikan PenyadaranSampai saat ini memang seringkali bawahan tidak menyadari jika segala macam tingkah yang bandel tersebut bisa membuat mereka akan lebih sulit lagi dalam hal karier dan pekerjaan ke depannya. Seringkali mereka salah paham. Bahwa jika dapat melawan atasan maka dianggap sebagai orang yang kuat, punya pemikiran kritis, dan lebih baik dari atasan mereka. Memang dalam beberapa kasus hal tersebut akan dibutuhkan untuk menggali pemikiran kreatif dan out of the box, tapi tidak sedikit yang justru bermasalah. Hal tersebut tentunya akan berdampak tim yang akan menjadi tidak efektif lagi dan tidak berkinerja baik kedepannya. Bahkan pada akhir tahun, tim akan mendapatkan penilaian yang cukup yang kinerjanya buruk mungkin akan mengira bahwa sikapnya sudah benar, padahal dalam kondisi tersebut semua orang yang terlibat mengalami hal yang tidak diinginkan. Padahal dalam situasi seperti itu, ada kemungkinan pikiran mereka belum tersadarkan. Anggapannya mungkin atasannya salah, tapi kenyataannya mereka sendiri yang salah. Tentunya sebagai seorang atasan wajib untuk memberikan itu, atasan juga berhak untuk menilai. Sehingga siapapun yang memperoleh penilaian terbaik akan bisa menjadi bahan evaluasi bersama. Hal tersebut tentunya akan menjadi pilihan mereka sendiri untuk bersikap seperti apa ke depannya. Namun apabila memang bawahan sulit diatur tersebut tidak menunjukkan perbaikan, maka tentu Anda selaku atasan wajib untuk memberikan penilaian sebagaimana mestinya. Hal tersebut supaya mereka menunjukkan kinerja dan sikap yang lebih baik. Jika kejadiannya terus terulang maka hal tersebut adalah pilihannya sendiri. Hal ini karena sejak awal Anda sudah tahu harus melakukan Bawahan Sulit Diatur, Coba Tunjukkan Rasa HormatPerlu Anda ketahui jika setiap orang berhak untuk menunjukkan ekspresinya. Hal ini juga termasuk bagaimana perasaannya kepada para pemimpinnya. Tentunya setiap orang tidak berhak memaksakan menyukai diri Anda sendiri. Mengapa demikian? Hal tersebut karena adanya penghormatan yang merupakan bagian yang tidak dapat diintervensi oleh orang sekali atasan yang ingin dihormati karena mereka memang layak untuk dihormati. Padahal yang demikian juga bukan hanya atasan saja yang berhak tapi bawahan juga. Sehingga muncul anggapan bahwa keduanya tersebut layak untuk dihormati atau saling menghormati. Lalu siapakah yang wajib untuk memberikan rasa hormat lebih dahulu? Sebenarnya hal ini tergantung kesadaran pribadi saat ini posisi Anda adalah pemimpin? Apalagi jika posisi Anda tergolong lebih tinggi dari mereka. Sehingga di sini diperlukan sikap keteladanan dengan lebih dahulu memberikan hormat kepada bawahan di atas adalah beragam cara agar Anda bisa menghadapi bawahan sulit diatur. Tengan melakukan sebagaimana yang disebutkan di atas, maka bawahan Anda diharapkan akan jauh lebih baik lagi. Tentunya prosesnya butuh waktu yang mungkin tidak instan. Dengan usaha dan proses yang sesuai, maka tim perusahaan akan lebih baik lagi kinerjanya. Yang namanya perbaikan, tentu harus strategis dan jelas membawa perubahan lebih baik. Untuk mendukung perusahaan Anda menjadi lebih baik, maka Kerjoo hadir untuk Anda menawarkan solusi yang bisa meningkatkan produktivitas perusahaan Anda. Melalui sistem absensi online yang praktis, Anda pun bisa secara bertahap mengelola sumber daya perusahaan Anda dengan cara yang lebih gratis Sumber / 24 June 2021 Lori Official Writer Kemampuan berkomunikasi yang baik dengan bawahan adalah kunci sukses sebagai seorang pemimpin. Tapi untuk memotivasi dan menginspirasi orang lain dengan tutur kata butuh pendekatan yang bersifat akrab. Misalnya, apakah kamu memuji bawahanmu atas hasil kerja mereka yang baik atau saat mereka melampaui target? Seberapa sering kamu memberikan pujian demikian? Apakah kamu mengakui dan merayakannya bersama tim? Kita menghabiskan sebagian besar waktu kita di tempat kerja. Sebagian besar waktu tersebut kita habiskan dengan berinteraksi dengan orang lain. Apakah di sepanjang interaksi tersebut kamu mmeperlakukan setiap orang dengan baik? Jika kamu sering mengucapkan 5 kalimat ini kepada bawahanmu setiap hari selama bekerja, itu artinya kamu adalah salah satu pemimpin yang baik. 1. Kita tidak mungkin menyelesaikan proyek ini tanpa bantuanmu.’ Anggaplah ini sebagai cara yang bagus untuk mengungkapkan terima kasih kepada seseorang karena sudah mengerjakan pekerjaannya melampaui hasil yang ditetapkan. Menyampaikan pujian ini di depan semua tim akan membuat bawahan dihargai dan menjadi motivasi untuk melakukan pekerjaan lebih baik lagi. 2. Kita bisa memakai saranmu untuk mengatasi situasi ini’ Ada anggapan keliru kalau pemimpin yang meminta nasihat dari bawahan dinila kurang kompeten. Sebaliknya, penelitian menemukan bahwa seorang pemimpin yang meminta masukan atau nasihat dari bawahan justru pemimpin yang lebih kompeten. Pemimpin yang mau terbuka meminta bantuan dari bawahan menggambarkan sikap asli dan keterbukaannya untuk dipahami oleh orang lain. Pemimpin semacam ini memberikan izin kepada bawahannya untuk bersikap sama. Sehingga mereka bisa berkolaborasi dengan lebih baik. Jadi, lepaskan egomu dan libatkan bawahan untuk menyelesaikan persoalan yang sedang kamu hadapi. Baca Juga KataAlkitab – Memilih Seorang Pemimpin yang Benar 3. Apa yang bisa aku bantu?’ Seorang pemimpin akan sangat dihargai oleh bawahan ketika dia menunjukkan kepedulian kepada bawahannya. Karena itu seorang atasan harus peka dengan keadaan bawahannya. Jika seorang bawahan dirasa sedang menghadapi kesulitan, tawarkanlah bantuan. Mulai dengan kalimat, Apa yang bisa aku bantu?’ BACA HALAMAN BERIKUTNYA ->4. Itu jelas kesalahanku’ Seorang pemimpin yang baik tidak akan pernah lari atau bersembunyi di balik kegagalan anak buahnya. Sebaliknya, dia akan mengambil tanggung jawab dan berdiri menjadi orang pertama yang akan menanggung risiko dari kegagalan tim. Tidak menyalahkan bawahan, sebaliknya mengakui jika kegagalan adalah kesalahan pribadi menunjukkan kualitas seorang pemimpin yang baik. 5. Maaf saya tidak tahu.’ Mengaku tidak tahu tentang sesuatu bukan berarti kamu adalah seorang pemimpin yang bodoh. Seorang pemimpin yang baik justru kerap menyampaikan hal ini kepada bawahannya. Karena dia tahu kalimat inilah yang justru mendorong seorang pemimpin mau bertumbuh dan berkembang. Ketidaktahuan membuat seorang pemimpin belajar dan bertumbuh. Baca Juga Rahasia Memimpin yang Mungkin Kamu Belum Ketahui Menjadi seorang pemimpin bukanlah tugas yang mudah. Karena ada tanggung jawab yang harus dilakukan, tentu bukan saja hanya mengejar target. Tetapi juga bagaimana membentuk orang lain menjadi versi terbaiknya dan melakukan tugasnya dengan baik. Jika kamu merasa jarang atau kurang sering mengucapkan lima kalimat di atas kepada bawahanmu, yuk mulailah membiasakannya. Bahkan ada begitu banyak karakter pemimpin yang bisa kamu contoh yang ditulis dalam Alkitab, seperti Salomo, Daud, Nehemia, Yusuf, dan sebagainya. Mereka sukses dalam kepemimpinannya karena mereka memiliki kerendahan hati untuk tulus dan jujur terhadap orang-orang yang mereka pimpin. Hari ini, mari belajar dari mereka. Sumber Halaman Tampilkan per Halaman Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Disetiap perusahaan, pemerintahan dan apapun jenis pekerjaannya pasti akan ada istilah atasan dan bawahan. Memang ternyata menjadi bawahan itu susah-susah gampang. Susahnya kalau kita menolak perintah atasan akan dipecat atau dinon aktifkan jadi bawahan, namun jika kita jalankan akan bertentangan dengan hati manusia didalam kehidupan inimemiliki sikap dan tata caranya masing-masing. Setiap tugas yang diberikan seorang atasan harus dilaksanakan sebaik-baiknya oleh bawahan walaupun tugas yang diberikan tersebut sebenarnya sedikit menyimpang dari segala peraturan yang sudah ditetapkan. Kalau perintah dari atasan sudah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan hasilnya memuaskan maka atasanlah yang akan mendapat nama di mata bawahan lainnya dan mendapat acungan jempol dari setiap orang-orang disekelilingnya, dan apabila nantinya diketemukan ada ketidakcocokan ataupun ada data yang salah tetap saja bawahan yang akan jadi pernah takut kalau kita menjadi bawahan, jika kita dihadapkan pada suatu masalah besar dan apapun jenis pekerjaannya, katakanlah bahwa kesalahan tersebut dilaksanakan dan terjadi karena adanya perintah dari atasan. Segala wewenang dan tanggung jawab sebuah perusahaan ataupun pemerintahan ada ditangan seorang atasan yang memiliki jabatan tertinggi didalam sebuah perusahaan atau dan undang-undang yang sudah ditetapkan memang harus dijalankan sebaik-baiknya, namun terkadang ada istilah peraturan dan undang-undang dibuat memang untuk dilanggar. Jika tidak ada pelanggaran sudah tentu tidak akan keluar peraturan ataupun undang-undang. Berarti disini dituntut keberanian dari seorang atasan dan bawahan dalam menentukan sikap dalam menghadapi sebuah masalah bawahan…harus berani mengatakan yang sebenar-benarnya yang menyebabkan timbulnya masalah, dan seorang atasan juga harus bersikap bijaksana dan bertanggung jawab sepenuhnya untuk segera menyelesaikan sebuah masalah. Apalagi masalah yang sangat besar dan menyangkut kepentingan orang banyak.. Lihat Sosbud Selengkapnya

seorang staf atau bawahan yang baik harus menunjukkan